Home / Hukum / IAS Dituntut 8 Tahun Penjara, Ini Dendanya
ias

IAS Dituntut 8 Tahun Penjara, Ini Dendanya

JAKARTA – Mantan wali kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dituntut hukuman 8 tahun penjara, denda Rp300 juta dengan tuntutan pengganti (subsider) 3 bulan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp5,5 miliar.

Tuntutan ini diberikan jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa meyakini IAS melakukan korupsi pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang, Makassar.

“Kami Penuntut Umum menuntut supaya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa Ilham Arief Sirajuddin terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar Jaksa pada KPK Iskandar Marwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2016) malam.

Dikutip dari Detik.com, Iskandar meyakini Ilham Arief menyalahgunakan kewenangannya dan menguntungkan diri sendiri Rp5,5 miliar. Juga menguntungkan Direktur Utama PT Traya dan PT Traya Tirta Makassar Hengky Widjaja sejumlah Rp40,339 miliar.

“Menguntungkan secara finansial terhadap diri terdakwa yang mempunyai jabatan selaku Wali Kota Makassar serta Hengky Widjaja Direktur PT Traya. Meskipun secara faktual ada sebagian uang yang diterima Hengky Widjaja dan PT Traya tersebut dipergunakan oleh terdakwa untuk kepentingan mengganti pembayaran uang operasional PSM Makassar. Namun keseluruhan uang tersebut sebenarnya telah nyata diterima dan dalam penguasaan terdakwa yang berasal dari Hengky Widjaja dan PT Traya melalui rekening-rekening bank,” kata Jaksa.

Hengky Widjaja (Alm), menurut Jaksa KPK mulanya meminta kepada Ilham agar menjadi investor dalam rencana kerja sama Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang Makassar dalam pertemuan, Januari 2005. Ilham mengabulkan permintaan Hengky.

sumber: rakyatu.com

Check Also

advokat-cinta-tanah-air-acta_20170213_233558 (1)

Presiden Jokowi Digugat ke PTUN Karena Biarkan Ahok Kembali Aktif Jadi Gubernur

JAKARTA — Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menggugat pemerintahan Jokowi-JK, khususnya Presiden Joko Widodo ke …