Home / Pilkada / Sulawesi / Syahrul Yasin Limpo Pasrah Luwu Raya Jadi Provinsi
gubernur-sulsel-s-syahrul-yasin-limpo_20160301_142134

Syahrul Yasin Limpo Pasrah Luwu Raya Jadi Provinsi

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo menyerahkan sepenuhnya masalah pembentukan daerah otonomi baru (DOB) ke pemerintah pusat dan DPR-RI.

Hal ini dia ungkapkan di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (1/3).

“Tak ada lagi masalah di provinsi, itu tergantung dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Bupati Gowa dua periode ini tak mau lagi mengupayakan karena sudah masuk dalam ranah pemerintah pusat.

“Tak ada lagi upaya, semua sudah selesai di provinsi. Semua itu urusan pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menjelaskan pemekaran bisa saja dilakukan yang penting bisa sesuai dengan aturan.

Mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengungkapkan sudah pernah ikut proses pemekaran Sulawesi Barat dan berjalan lancar.

Menurutnya, pemekaran bisa berjalan lancar sepanjang ikut aturan.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulsel, Muslimin Salam mengungkapkan semestinya pemekaran sesuai dengan aspek anggaran, kemampuan masyarakat dan infrastruktur.

“Mesti dengan pertimbangan matang-matang, mesti lengkap sehingga tak membenani daerah induk,” ujar Muslimin.

Ia mengungkapkan banyak contoh daerah pemekaran namun masih butuh dana alokasi khusud (DAK) dari pemerintah pusat.

“Tapi banyak juga yang berhasil seperti Sulbar itu sudah berkembang pesat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yusran Sofyan mengungkapkan ketika terbentuk Luwu Raya mesti mempertimbangkan aspek kesejahteraan masyarakat.

“Ketika mau berkembang mesti memperhatikan aspek keuangan dari Luwu Raya, jangan sampai kesejahteraan masyarakat terabaikan,” ujar politisi Partai Gerindra Sulsel ini.

Yusran mengakui belum mendapatkan informasi resmi dari DPD dan DPR-RI.

“Secara resmi kita belum dapatkan, tapi kalau ada kita akan bahas di instutusi kami, DPRD Sulsel,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) DPD RI, Iqbal Parewangi mengungkapkan draf PP muncul daerah otonomi baru berdasarkan hasil kajian secara tripartit antara DPR RI, Pemerintah, dan DPD RI diwakili Tim Kerja dari Komite I.

Iqbal mengungkapkan alasan Luwu Raya masuk dalam pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) dengan alasan suatu derah meniscayakan parameter terukur berdasarkan dimensi geografis, demografis, dan kesisteman.

Berdasarkan itu, Indonesia hingga tahun 2025 berpotensi memiliki daerah otonom maksimal 55 provinsi, 607 kabupaten dan 142 kota.

Sulsel dengan luas daratan hampir 47 ribu kilometer persegi, dan penduduk 9,5 jt pada tahun 2015 merupakan satu-satunya provinsi di pulau Sulawesi yang memiliki daya dukung penuh secara geografis dan demografis untuk memekarkan satu provinsi baru yakni Luwu Raya.

sumber: tribunnews.com

Check Also

5

Tangani Laporan DIAmi, Bawaslu Sulsel Libatkan Ahli dari Universitas Airlangga

MAKASSAR – Laporan tim hukum pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) yang melaporkan KPU …