Home / Pilkada / Jakarta Banten / Tiga Partai Besar Sepakat Tak Dukung Calon Independen
861458140421

Tiga Partai Besar Sepakat Tak Dukung Calon Independen

Jakarta – Meski melihat sinyal ada partai lain yang akan mendukung calon gubernur petahana dari jalur independen Basuki Tjahaja Purnama, namun tiga partai politik (parpol) besar di DPRD DKI Jakarta menyatakan sepakat tidak akan mendukung calon independen.

Diperkirakan partai yang akan mendukung Basuki, menyusul Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang telah resmi mendeklarasikan dukungannya, adalah Partai Hanura, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sedangkan tiga partai besar yang tak mau mendukung calon independen adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Gerindra, dan Partai Golongan Karya (Golkar). Ketiga partai ini akan membangun koalisi besar untuk mengusung pasangan calon dari partai.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Zulkarnaen, mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi politik terhadap para petinggi partai seperti Ketua DPD Partai Gerindra Mohammad Taufik dan Ketua DPD PDI Perjuangan Boy Bernadi Sadikin.

Dari hasil komunikasi politik tersebut, ketiga partai ini sepakat akan mendukung calon hasil kesepakatan partai dan calon independen tidak akan bersentuhan dengan partai politik.

“Pada Selasa (15/3), kami bertemu dengan Boy. Kami membicarakan Pilkada DKI 2017. Setelah dibahas, kita sepakat mengusung calon bukan independen,” kata Zulkarnaen di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (17/3).

Ditegaskan, ketiga partai politik ini tidak khawatir dengan banyaknya hasil survei yang memenangkan salah satu calon gubernur independen. Meski banyak orang yang sering kali terjebak dalam hasil yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei, namun hal itu tidak menjawab peluang menang dalam pesta demokrasi rakyat Jakarta.

Dia juga mengkritisi, harusnya partai politik berani mencalonkan tokoh yang disepakati partai, bukan malah mendukung calon yang maju melalui jalur independen, karena pilar demokrasi parpol itu bertujuan melahirkan seorang pemimpin negara.

“Jadi kalau mengusung calon independen, ya jelas berseberangan dengan pilar demokrasi,” ujarnya.

Ketua Tim Penjaringan Gubernur DKI Jakarta Partai Gerindra, Syarif, menerangkan salah satu strategi yang dilakukan partainya untuk menang dalam Pilkada DKI 2017 yakni membangun koalisi besar dengan mengusung calon yang diusung dari parpol.

“Sejauh ini, para parpol sudah sering melakukan komunikasi politik untuk melakukan koalisi besar. Termasuk dengan calon yang masuk dalam penjaringan partai Gerindra. Seperti Sandiaga Uno, Muhammad Sanusi, dan Biem Benyamin,” kata Syarif.

Jumlah calon itu bisa berkembang, karena masih ada beberapa tokoh yang menyatakan ingin maju dalam Pilkada DKI, di antaranya Yusril Ihza Mahendra dan Adhyaksa Dault.

“Ya kita lihat 23 April mendatang. Kami harap Teman Ahok segera mendeklarasikan diri. Kalau sudah mendeklarasikan calonnya, maka partai segera mendeklarasikan juga calonnya. Yang kami khawatirkan Ahok enggak lolos independen atau malah kena kasus RS Sumber Waras,” ungkapnya.

Sumber: beritasatu.com

Check Also

Lutfi-Qomar pilkadacirebon-732018

Mohamad Luthfi, Kader NU dan Tekad Memajukan Cirebon

MESKI kalah di Pilbup Cirebon 2013, nama Mohamad Luthfi tetap dianggap calon kuat untuk Pilbup …