Home / Berita Umum / Menjelang Ramadhan dan Lebaran Harga Sembako di DKI Harus Stabil!
idrus-jakarta-0162016-jm

Menjelang Ramadhan dan Lebaran Harga Sembako di DKI Harus Stabil!

Pangan ialah salah salah satu pemicu utama inflasi. Beberapa hari lagi bulan Ramadhan akan tiba, pasti ada fenomena yang muncul tradisi lonjakan harga pangan atau inflasi musiman otomatis muncul seketika jelang lebaran. Data menunjukkan inflasi musiman ini tak pernah turun alias sulit dihilangkan beberapa tahun ini, tetapi bukan keniscayaan juga untuk dikendalikan.

Cagub DKI Jakarta dari PKS Muhamad Idrus angkat bicara soal harga pangan menjelang hajatan bulan Ramadhan dan Lebaran khususnya di DKI Jakarta harus stabil. Apalagi Deputi bidang statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo juga menyatakan bahwa harga sembako pada bulan Juni mulai mewaspadai gejolak harga karena masuk bulan Ramadhan, terutama beras, ayam dan cabai.

“Menjelang Ramadhan dan Lebaran harga sembako di DKI Jakarta harus stabil!” tandas Idrus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, kamis (2/6/2016)

Idrus menyatakan, bahwa Pemprov DKI Jakarta baiknya berusaha agar harga sembako bisa tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat. Kenaikan sisi permintaan harus diantisipasi juga oleh sisi penawarannya yang sebaiknya tak hanya memastikan ketersediaan pasokan pangan yang mencukupi saja, tetapi juga perlu dilakukan kelancaran distribusi dan operasi pasar yang intensif.

“Sebaiknya Pemprov DKI memastikan rantai pasokan dan distribusi sembako tetap terjaga untuk antisipasi meredam tradisi lonjakan harga yang tinggi ketika memasuki bulan Suci Ramadhan, untuk jangka pendek hendaknya Pemrov DKI tetap menyelenggarakan operasi pasar murah yang intensif untuk disebar ke setiap Kelurahan untuk menjaga harga-harga tetap stabil. Selama kenaikan harga proporsional itu hal yang lumrah,” tutur Idrus.

Cagub berusia 38 tahun ini pun merasa miris melihat masih besarnya indikator ketimpangan distribusi pendapatan, yakni angka gini ratio antara warga kaya dan miskin di DKI Jakarta.

“Data gini ratio kesenjangan antara orang kaya dengan orang miskin adalah 0.43. Masih tumpang tindih sekali! Semoga harga sembako tetap stabil dan tidak terjadi inflasi yang mencekik rakyat kecil!” pungkas Idrus yang disebut-sebut sebagai “Darah Baru Jakarta”.

sumber:beritasatu.com

Check Also

probosutedjo-meninggal

Adik Mantan Presiden Soeharto, Probosutedjo Tutup Usia

Adik presiden kedua RI Soeharto, Probosutedjo, meninggal pada Senin (26/3/2018) pagi. Hal tersebut dikonfirmasi Sekjen …