Home / Pemerintahan / Ini Langkah Tito Karnavian Jalankan Reformasi Polri
301468408132

Ini Langkah Tito Karnavian Jalankan Reformasi Polri

Jakarta – Reformasi Polri menjadi salah satu pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri baru Jenderal Tito Karnavian. Menanggapi pesan ini, Tito akan membuat anggota Polri lebih humanis dan menghindari praktek korupsi.

“Reformasi ini terutama yang berhubungan masalah, satu, kultur perilaku anggota yang lebih humanis, perilaku yang non koruptif itu ditekan semaksimal mungkin. Memang membutuhkan waktu, karena berhubungan dengan masalah kesejahteraan lain-lain,” kata Tito kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/7).

Dia juga menyatakan, dirinya menyiapkan sejumlah program agar menekan adanya arogansi kekuasaan. “Ada sejumlah program yang kita luncurkan nantinya, dari 10 program pada saat visi misi saya, fit and proper test, Pak Wakapolri (Wakapolri Komjen Budi Gunawan) sudah menyiapkan langkah-langkah taktisnya,” ujarnya.

Dia berjanji berupaya memaksimalkan kinerja Polri, khususnya terkait pelayanan terhadap masyarakat. Sistem informasi dan teknologi, lanjutnya, dimanfaatkan secara efektif.

Menyangkut rekrutmen anggota Polri, dia menjelaskan, Polri akan mencari orang-orang terbaik untuk menjadi anggota polisi. “Karena rekrutmen seleksi awal itu 70 persen menentukan kinerja. Kalau memilih orang yang tidak tepat, orang yang salah, bukan mereka nanti akan menjadi pelindung pengayom tapi akan menjadi pengganggu masayarakat,” tegasnya.

“Rekrutmen yang baik seleksi yang baik, pendidikan yang baik kurikulum yang baik, yang juga budaya non koruptif kita kembangkan di situ termasuk pengiriman sejumlah anggota polisi muda untuk ke luar negeri dalam program LPDP 70 orang yang berangkat dari Akpol.”

Dengan pola pendidikan tersebut, dia berharap ada percepatan regenerasi di tubuh Polri. “Karena mereka nanti bukannya hanya mendapatkan ilmu di negara yang indeks korupsinya rendah, seperti di Amerika dan Inggris. Kita harapkan mereka juga bisa membawa kultur ke sini, kultur mereka mindset mereka adalah mindset yang non kopruptif. Ini yang banyak kita lalukan nanti dalam rangka reformasi internal,” pungkasnya.

Sementara itu, Jenderal Badrodin Haiti berharap agar amanat Presiden dapat dijalankan Tito. Menurut Badrodin, tantangan Korps Bhayangkara cukup berat di masa-masa mendatang. Karenanya, soliditas internal sepatutnya diperkuat.

“Kalau di internal enggak cukup solid, bagaimana mungkin kita bisa hadapi tantangan itu dengan cara efektif. Oleh karena itu, harus ditingkatkan secara internal soliditas, termasuk profesionalisme anggota Polri,” kata Badrodin.

Sedangkan terkait reformasi Polri, Badrodin menekankan pembenahan pada aspek pelayanan serta penegakan hukum. “Dalam penegakan hukum semuanya harus dilakukan pembinaan, karena itu menyangkut masalah sub kultur organisasi, budaya yang sudah tidak tepat lagi harus ditinggalkan dan melakukan perubahan menuju era yang transparan, akuntabel, dan bebas dari KKN,” ujarnya.

Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) mengatakan, reformasi Polri sejatinya sudah berjalan sejak 1998. “Tiga aspek itu kan, kultural, instrumental, struktural. Memang yang berat kan masalah kultural,” kata BG.

Dia menjelaskan, pada era Tito, pihaknya menyiapkan sekitar 10 program. “Program yang kita siapkan 10. Program prioritas plus satu program quick win. Nah itu nanti yang kita harus kerja keras, kita pacu. Ada program 100 hari, satu tahun, kemudian sampai 2019, sampai lima tahun,” ucapnya.

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menyebut Tito sebagai sosok polisi cerdas. Basuki yang turut menghadiri pelantikan menyampaikan selamat kepada Tito. “Selamat buat beliau, masih muda. Polisi yang cerdas banget, PhD kan. Punya otak punya otot,” kata Basuki.

Sumber: beritasatu.com

Check Also

r7

Jaga Kesucian Ramadhan, Bawaslu dan Ormas Islam Deklarasi Gerakan Bersama Pilkada Bersih

JAKARTA,- Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) dan 13 lembaga dan organisasi Islam melakukan deklarasi Gerakan …