Home / Pilkada / Jawa / Muncul Dua Kubu di PDIP Jelang Pilkada Brebes
326325_650

Muncul Dua Kubu di PDIP Jelang Pilkada Brebes

BREBES – Kegaduhan di internal partai jelang Pilkada Kabupaten Brebes pada Februari 2017 mendatang mulai terjadi. Di PDIP, misalnya, partai pemenang dalam Pilkada Kabupaten Brebes 2012 lalu ini terpecah menjadi dua kubu.

Adapun kubu yang pertama adalah para pendukung yang menghendaki pasangan calon incumbent Idza Priyanti – Narjo. Mereka di bawah Komando Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Brebes, Imam Santoso.

Sedangkan, kubu satunya menginginkan pasangan Idza Priyanti dan Ahmad Saefudin (Asep). Mereka di bawah Komando sekretaris Pimpinan Anak Cabang PDIP Kecamatan Tonjong yang mendapat dukungan dari Ketua DPC PDIP Brebes, Indra Kusuma.

Terpecahnya dukungan di dalam internal PDIP lantaran usungan pasangan calon bupati dan wakilnya ingin mendapat rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju dalam pilkada.
Informasi yang berhasil dihimpun, Perpecahan di internal PDIP Kabupaten Brebes berawal dari kubu yang dikomandoi Imam Santoso yang telah mengirim surat mosi tidak percaya kepada Indra Kusuma ke DPP PDIP.

Diketahui, mosi tidak percaya tersebut dibuat pada Selasa (17/5) lalu pada pertemuan PAC dengan Pengurus DPP PDIP M Prakosa, di Rumah Makan Sakalibel, Kecamatan Bumiayu.
Saat pertemuan itu, Imam mengklaim didukung oleh 15 ketua PAC se-Kabupaten Brebes dan menganggap Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes menginginkan Ahmad Saefudin menjadi calon wakil bupati mendampingi Idza Priyanti.

Calon bupati Ahmad Saefudin sendiri merupakan anak menantu dari Indra Kusuma.
“Saya pikir Indra kusuma telah memaksakan mengajukan nama Ahmad Saefudin menjadi pendamping calon bupati Idza Priyanti. Padahal Asep (sebutan populer Ahmad Saefudin) itu kan bukan kader PDIP, dia orang baru yang tiba-tiba masuk ke PDIP,” ujar Imam Santoso kemarin.

Sementara itu, kubu yang didukung Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes, pada Kamis (19/5) kemarin, menggelar pertemuan untuk menyatukan persepsi dan berkoordinasi di internal partai.
Mereka menganggap mosi tidak percaya kepada Indra Kusuma yang dilayangkan kubu Imam ilegal. Pasalnya, setiap keputusan yang melibatkan PAC harus melalui persetujuan seluruh pengurus dan harus ada berita acara.

“Kalau memang melakukan mosi tidak percaya itu harus ada persetujuan seluruh pengurus dan ada berita acaranya. Jadi yang mosi yang kemarin itu tidak mewakili pengurus. Bisa dikatakan juga ilegal dan tidak sah,” kata Sekretaris PAC PDIP Tonjong, Suwito.

Terkait rekomendasi calon bupati, Ketua DPC PDIP Kabupaten Brebes Indra Kusuma siap memenangkannya, siapapun orangnya yang telah ditetapkan oleh DPP PDIP.
“Pada intinya kami siap memenangkan calon bupati dan wakilnya yang direkomendasikan DPP PDIP. Jadi tidak ada yang hanya mendukung satu atau dua nama saja. Yang penting kalau rekomendasi sudah turun ya pasti dukung,” paparnya.

Sementara, rekomendasi nama pasangan calon bupati dan wakilnya dari PDIP Kabupaten Brebes baru turun di akhir Agustus atau di awal September mendatang.
“Nama rekomendasi sampai saat ini masih menunggu keputusan dari DPP PDIP. Kalau sudah ada nama yang turun akan segera kami umumkan. Jadi semua saja yang terlibat harus bersabar dulu dan menghormati keputusan dari DPP,” jelasnya.

Sumber: jateng.tribunnews.com

Check Also

kota madiun

Pilwali Madiun, Pasangan Mada Menang Dengan Selisih 4113 Suara Dari Pasangan Madiun Mahardika

MADIUN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Madiun telah selesai menggelar rapat pleno terbuka, rekapitulasi …