Home / Pilkada / Papua / Pilkada 2017, Survey Golkar Papua Masih Jagokan Incumbent
survei-800x500_c

Pilkada 2017, Survey Golkar Papua Masih Jagokan Incumbent

Jayapura — DPD Partai Golkar Provinsi Papua masih menjagokan sejumlah incumbent dalam ajang Pilkada 2017 mendatang, dimana sesuai hasil survey yang menggandeng lembaga Jaringan Suara Indonesia (JSI) itu dari 4 daerah yang di survey yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kepulauan Yapen dan Kabupaten Sarmi, 3 daerah petahana masih berada di posisi teratas, kecuali Kabupaten Sarmi.

“untuk Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano (BTM) menempati tingkat elektabilitas (keterpilihan) tertinggi yakni 56,95 %, disusul oleh Boy Markus Dawir (BMD) dengan skor 14,58 % dan Abisai Rollo skor 6,15%”, kata Sefnat Masnifit, Ketua Tim Seleksi Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah DPD Partai Golkar Provinsi Papua di dampingi Tan Wie Long Karnan, salah satu anggota DPRP dari Partai Golkar di kantor DPD Golkar di Jayapura pekan kemarin.

Untuk Kabupaten Jayapura, hasil survey JSI, incumbent Mathias Awaitouw mendapat skor 33,64%, disusul Jansen Monim 11,14% dan Yanni, SH 7,05%.

Sedangkan untuk Kabupaten Kepulauan Yapen, incumbent Tony Tesar memiliki tingkat elektabilitas 44,32% disusul Benyamin Arisoy 18,18% dan Simon Atarury 10%.

Hanya di kabupaten Sarmi saja hasil survey Partai Golkar sedikit berbeda, dimana yang dijagokan mantan Bupati Sarmi periode 2005 – 2010, Eduard Fonataba dengan tingkat elektabilitas 64,55% meski wacana di masyarakat E. Fonataba akan maju lewat jalur independent berpasangan dengan Ibu Yosina Insyaf (Kadispenda Sarmi) dan tidak mendaftar lewat partai politik.

Di posisi kedua ada nama Alberthus Suripno dengan tingkat elektabilitas 6,59% yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Sarmi, disusul Ottow G. Samoa dengan tingkat elektabilitas 5,23%.

Sedangkan incumbent Mesakh Manibor yang juga dikabarkan mendaftar ke Partai Golkar untuk maju kembali dalam Pilkada 2017 justru tidak di sebutkan berapa persen tingkat elektabilitasnya menurut versi Partai Golkar tersebut.

Selain mengumumkan hasil survey di 4 kabupaten, Tim Seleksi dan Penjaringan Partai Golkar juga mengumumkan hasil fit and propert test terhadap 7 kabupaten lainnya, diantaranya Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, Lanny Jaya, Mappi, Puncak Jaya, Tolikara dan Nduga.

Materi fit and propert test menurut Tan Wie Long Karnan diantaranya seputar wawasan kebangsaan, ilmu pengetahuan dan pengalaman di kabupaten masing-masing serta lainnya.

“Dari hasil fit and propert tes yang dilakukan untuk Kabupaten Dogiyai, Osea Petege mendapat skor 880, Simon Anouw score 835 dan Yakobus Dumuka 825”, kata keduanya.

Kabupaten Intan Jaya, Natalis Tabuni meraih score 905, disusul Jakob Sani score 880, Herianus Sandegau nilai 835, untuk Kabupaten Lanny Jaya, Briyur Wenda meraih score 935, Befa Yigibalom dengan score 910.

Kabupaten Mappi, Stefanus Kaisma meraih score 935, Wilibrodus Tiginibu score 815, Kabupaten Puncak Jaya, Yuni Wonda score 940, disusul Yustus Wonda dengan score 885 dan Agus Kogoya score 885.

Kabupaten Tolikara, Amos Jikwa meraih score 920, Semuel Kogoya score 850 dan Yutem Gurik dengan score 805, sedangkan Kabupaten Nduga, Daniel Lokbere dengan score 880, Diaz Gwijangge 875, dan Yarius Gwijangge tidak ada nilai karena tidak mengikuti fit and propertes, namun ia mendaftar di Partai Golkar.

 “Inilah hasil yang sebenar-benarnya terkait apa yang kami laksanakan hasil kerja didalam tim proses penjaringan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di 10 kabupaten dan 1 kota”, kata Sefnat Masnifit, selaku Ketua Tim menambahkan bahwa penjaringan dilakukan dalam dua tahap.

Pelaksanaan survey itu menurutnya dilaksanakan selama 1 bulan oleh lembaga survey Jaringan Suara Indonesia, dikontrak kerjasama dengan DPP Partai Golkar. Lembaga survey itu turun ke empat daerah, sedangkan, fit and propert tes dilaksanakan selama dua minggu.

“Hasil survey ini, sudah kami serahkan kepada  Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto, dan, sesuai jadwal yang diterima tim seleksi, Minggu pertama Agustus 2016 sudah ada penetapan rekomendasinya, minggu kedua Agustus, akan dilakukan penyerahan rekomendasi secara serentak untuk wilayah Pegunungan Tengah di Wamena langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar”, katanya lagi.

Sedangkan untuk wilayah pesisir pantai, akan diserahkan di Kota Jayapura oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar didampingi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Klemen Tinal, SE, MM, sekaligus rekomendasi itu akan dipakai untuk mendaftarkan di KPU masing-masing kabupaten/kota di Papua sesuai dengan jadwal dan tahapan pelaksanaan Pilkada serentak 2017.

Namun Tan Wie Long Karnan tidak menjamin bahwa bakal calon yang memiliki score atau elektabilitas tertinggi dipastikan akan mendapatkan rekomendasi dari DPP.

“kami hanya melaksanakan tugas melakukan penjaringan, dengan melibatkan akademisi Uncen Jayapura, juga melakukan survey, jadi keputusan yang kami ajukan di tiga besar hasil fit and propert test dan survey ini, sampai kepada DPP, nanti hak prerogative DPP yang akan memutuskan salah satu dari tiga itu, namun tidak menutup kemungkinan rekomendasi bisa jatuh ke tangan kandidat lain yang di usulkan olehh kami”, kata Tan Wie Long.

Terkait dengan adanya fenomena beberapa bakal calon yang “lompat pagar” dan langsung melakukan lobby dan pendekatan ke DPP Partai Golkar untuk mendapatkan Rekomendasi, menurut Tan Wie Long hal tersebut sah – sah saja.

“Meski mereka melakukan loby ke DPP, namun tetap saja hasil kerja Tim seleksi penjaringan akan menjadi acuan dan pertimbangan DPP”, tegasnya lagi.

Sumber: suluhpapua.co

Check Also

bf52f43d-2dd5-4e82-b0f5-3fa35eb6cd79_43

Golkar Calonkan Irjen Paulus Waterpauw Jadi Cagub di Pilgub Papua

Jayapura – Partai Golkar Papua ingin mencalonkan Irjen Paulus Waterpauw sebagai calon tunggal Gubernur Papua …