Home / Partai / Megawati: Kalau Islam, jangan jadi Arab
5875a4e81bd24-pdip-rayakan-ulang-tahun-ke-44_663_382

Megawati: Kalau Islam, jangan jadi Arab

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya Pancasila dalam kehidupan di masyarakat Indonesia. Sebagai negara demokrasi, Megawati merasa Indonesia seharusnya mempertahankan pelbagai budaya dan adat istiadat.

Megawati dalam pidatonya di hari ulang tahun ke 44 PDIP di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/1). Menurut dia, Presiden Soekarno bahkan sudah sejak lama meminta Indonesia mempertahankan segala tentang Indonesia meski banyak budaya.

“Bung Karno menegaskan, kalau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab, kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya Nusantara yang kaya raya ini,” kata Megawati di depan ribuan kader PDIP.

Megawati menegaskan, Pancasila merupakan jiwa bangsa dengan nilai-nilai filosofis ideologis agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah dan jati diri. Ada tiga poin atau Trisila penting dari Pancasila.

Pertama, kata dia, sosio-nasionalisme yang merupakan perasan dari kebangsaan dan internasionalisme; kebangsaan dan peri kemanusiaan. Kedua, sosio-demokrasi. Itu artinya demokrasi dimaksud bukan dari bangsa barat. “Demokrasi yang dimaksud adalah demokrasi politik ekonomi, yaitu demokrasi yang melekat dengan kesejahteraan sosial, yang diperas menjadi satu dalam sosio-demokrasi,” tegasnya.

Terakhir, ungkap Mega, adalah Ketuhanan. Ini menjadi poin ketiga bukan karena derajat kepentingannya paling bawah. Tetapi, ini justru sebagai pondasi kebangsaan, demokrasi politik dan ekonomi bangsa Indonesia.

“Tanpa Ketuhanan bangsa ini pasti oleng. Ketuhanan yang dimaksud adalah Ketuhanan dengan cara berkebudayaan dan berkeadaban; dengan saling hormat menghormati satu dengan yang lain, dengan tetap tidak kehilangan karakter dan identitas sebagai bangsa Indonesia,” terangnya.

Hari ulang tahun ke 44 PDIP ini, juga dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Selain itu, hampir semua menteri Kabinet Kerja juga diboyong Jokowi dalam acara ini.

Sumber: merdeka.com

Check Also

Ketua Umum Garda Pemuda NasDem Prananda Surya Paloh. (MI/Ramdani)

NasDem Tegaskan Sikap Partai kepada Garda Pemuda Maluku

MALUKU – Ketua Umum Garda Pemuda Partai NasDem Prananda Surya Paloh menegaskan kembali sikap partai …