Home / Pilkada / Sulawesi / Ini Dua Figur yang Punya Kans Menang di Pilkada Pinrang Versi JSI
ilustrasi pilkada

Ini Dua Figur yang Punya Kans Menang di Pilkada Pinrang Versi JSI

JAKARTA – Perebutan kursi kepala daerah di Pilkada Pinrang 2018 mendatang diprediksi bakal berjalan ketat. Selain tanpa incumbent, figur yang diwacanakan maju sebagai punya modal ketokohan yang mumpuni.

Lembaga survei dan konsultan politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) menyebut, dari sekian nama bakal calon yang beredar, ada dua nama yang memungkinkan akan maju berlawanan. Mereka adalah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel Abd Latief, dan politisi Demokrat Andi Irwan Hamid.

Supervisor Pemenangan JSI, Arif Saleh menuturkan, meski sejauh ini Pilkada Pinrang masih sangat dinamis dan cair. Namun atmosfer persaingan antara Latief dan Irwan sudah nampak melalui berbagai manuver yang dipertontonkannya selama ini.

“Kalau melihat dinamika yang berkembang di Pinrang, maka peluang persaingan antara Irwan dan Latief sangat terbuka. Apalagi keduanya memiliki modal ketokohan,” paper Arif, Jumat (21/10)

Menurut Arif, Irwan yang sudah dua kali maju di pilkada diyakini masih memiliki loyalis atau punya basis suara yang bisa mendongkrak keterpilihannya. Di tambah lagi jika didukung oleh Bupati Andi Aslam Patonangi yang tak lain adalah iparnya.
Sementara Abd Latief, meski baru kali pertama maju di pilkada, akan tetapi pengalamannya di pemerintahan tak perlu diragukan. Posisinya sebagai Sekprov Sulsel menjadi jawaban tersendiri kalau kompetensinya sangat memadai maju di pilkada.

“Pak Latief punya trend bagus. Dorongan tokoh dan berbagai elemen masyarakat itu bisa menjadi modal tersendiri, sekaligus menjadi kekuatan baru mengimbangi kekuatan Andi Aslam yang mengisyaratkan akan memback up Pak Andi Irwan,” tambah Arif.

Mengenai peluang Latief, Arif menguraikan sangat tergantung dengan sosialisasi atau strategi yang dijalankan. Jika mampu mengelola dan menyolidkan dukungan berbagai elemen, serta bisa meyakinkan publik tentang gagasannya memajukan Pinrang, maka peluangnya memenangkan pilkada bukan hal mustahil.

Sebaliknya, jika Latief tidak menggenjot pengenalan dan tawaran programnya ke masyarakat, maka kansnya bisa meredup. Alasannya, popularitas mantan Kadis PU Sulsel ini, belum setenar dengan Irwan atau Andi Aslam yang berada di belakang Irwan.

Lalu bagaimana dengan Andi Irwan? Eks Juru Bicara Andi Idris Syukur-Suardi Saleh di Pilkada Barru 2015, menganggap jika posisinya bisa diuntungkan oleh dukungan bupati yang tak lain adalah rivalnya di dua pilkada sebelumnya.

Meski demikian, menyatunya Irwan dan Andi Aslam bukan tanpa kelemahan. Malah bisa menjadi boomerang kalau tak mampu merasionalkan ke masyarakat. Sebab bisa saja muncul, kalau mereka menyatu hanya untuk melanggengkan kekuasaan.

“Pemilih kan tahu kalau keduanya selalu berseberangan di setiap momentum politik. Malah di dua pilkada, mereka cenderung saling menjatuhkan. Yang saya khawatirkan, jangan sampai muncul kesan di masyarakat kalau Andi Aslam mendukung untuk melanjutkan kekuasaan keluarganya. Bukan pertimbangan siapa figur yang layak dan punya kompetensi memadai. Ini yang mesti di jawab,” pungkas Arif.

Hanya saja, Arif menganggap masih terlalu dini membahas pilkada. Pasalnya, waktu yang masih tergolong panjang, memungkinkan memunculkan berbagai kejutan atau figur baru yang bisa mengganggu kekuatan Latief dan “koalisi” Irwan-Aslam.

Sumber : news.rakyatku.com

Check Also

bau-bau

Hasil Pleno KPU Baubau: Tampil Manis Raih Suara Tertinggi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Baubau telah melaksanakan pleno rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilihan Wali …