Home / Pilkada / Bali NTT NTB / Ketua DPW Partai Kemajuan NTB Dampingi Subhan di Pilkada Kota Bima 2018
17965852_10209130552242800_1783520396_n

Ketua DPW Partai Kemajuan NTB Dampingi Subhan di Pilkada Kota Bima 2018

KOTA BIMA – Perhelatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bima akan digelar pada bulan Agustus 2018 mendatang. Namun, saat ini, geliat dan gerakan para kandidat banyak yang telah menunjukkan dirinya sebagai salah seorang kontestan.

Semangat ini pula ditunjukkan pula oleh sosok pendatang pendatang baru yang akan bersanding sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota dari Subhan H. M. Nur, SH lewat jalur independen. Ia adalah Hasanudin, MT, SE. Posisinya menggantikan Iman Suryo Wibowo yang sudah ‘pecah kongsi’ dengan Subhan sebagaimana kabar terakhir pasangan AMAN tersebut. Dan kini diketahui pula antara Subhan dan Iman sedang dalam tahap rekonsiliasi damai.

Hasanudin yang saat ini profesinya sebagai kontraktor adalah warga asli asal Kelurahan Nae, Kecamtan Rasanae Barat, Kota Bima. Selintas, sosok muda yang satu ini begitu murah senyum dan memiliki entitas sosial yang baik.

Sabtu, 15 April 2017 malam, Hasanudin sengaja mengundang beberapa media saat kunjungannya ke kediaman H. Syafrudin, ST, MT, yang tak lain adalah tetangga kampungnya, di Kelurahan Nae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kehidupan Hasan, sapaan akrabnya, kebanyakan dilakoninya di Kota Mataram. Sebagai kontraktor, saat ini dia sedang mengerjakan project reklamasi yang nilai anggarannya sekitar Rp2 triliun.

“Sengaja saya mengundang teman-teman media, agar dapat bersilaturahmi di kediaman Bapak Syafrudin (Anggota DPR RI asal PAN Dapil NTB, Red) dalam rangka meminta dukungan dan wejangan sebagai politisi nasional,” kata Hasan yang juga dulu berperan sebagai Tim Pemenangan Syafrudin atau Rudi Mbojo saat Pemilu lalu.

Dalam karir politiknya, Hasanudin saat ini merupakan Ketua DPW Partai Kemajuan NTB. Ia pun menegaskan dirinya sangat serius dan bersungguh-sungguh akan tampil dalam Pilkada 2018 mendatang. Pilihan bersama Subhan H. M. Nur lewat jalur independen, kata dia, adalah pilihan yang tepat. Sebab, diakuinya, Subhan sejak kekalahannya di Pilkada 2013 lalu, sudah langsung bergerak mengumpulkan KTP sebagai syarat jalur independen di Pilkada 2018.

“Saat ini kami sudah mengumpulkan KTP sekitar 10.000 KTP dari syarat sekitar 10.400. Rencananya kami akan mengumpulkan hingga 15.000 dengan harapan pada saat verifikasi nanti, kebutuhan KTP sebagaimana yang disyaratkan KPU sudah memenuhi persyaratan yang ada,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI asal PAN, Muhammad Syafrudin, ST, MT mengatakan, dirinya mengapresiasi kepada siapapun yang ingin mengabdikan dirinya sebagai calon Kepala Daerah.

“Di NTB, tahun 2018 mendatang akan ada Pilkada Provinsi NTB, Pilkada Lombok Barat, Lombok Timur dan di Kota Bima. Menurut saya kepada para kontestan yang akan menjadi Calon Pasangan Kepala Daerah, pandai-pandailah membuat rasa kepercayaan dan meyakinkan publik,” tutup Rudi Mbojo, Sabtu (16/4/2017) malam.

Sumber : metromini.co.id

Check Also

ngu

Pleno Penghitungan Suara Pilgub Wulangitang, Marianus-Emi Unggul, Ilebura Victory-Joss

LARANTUKA– Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Flores Timur menggelar pleno terbuka hasil penghitungan suara pemilihan …