Home / Pilkada / Kalimantan / PILWALI TARAKAN, WALI KOTA “DITANTANG” WAWALI DAN MANTAN SEKKOT
kandidat-pilwali-tarakan-700x400

PILWALI TARAKAN, WALI KOTA “DITANTANG” WAWALI DAN MANTAN SEKKOT

TARAKAN, beritakaltim.co- Pemilihan Kepala Daerah di Kota Tarakan, Kalimantan Utara 2018 mendatang, mulai menghangatkan suhu politik di kawasan dekat dekat perbatasan Malaysia itu. Wali Kota Tarakan Sofian Raga diprediksi mendapat dua calon kandidiat tangguh, yakni Wawali Khaerudin Arief Hidayat dan dr Khairul, mantan Sekretaris Kota Tarakan.

Tanda-tanda pecah kongsinya Wali Kota Tarakan Sofyan Raga dengan wakilnya Khaeruddin Arief Hidayat, mulai terlihat dari tidak harmonisnya hubungan keduanya. Ada yang mengatakan Khaeruddin merasa kebijakan Wali Kota Sofian Raga sudah tidak sejalan, terutama saat proses pengangkatan pejabat tinggi pratama dan administrator di lingkungan Pemkot Tarakan pada Januari lalu.Termasuk ketika penggantian sekretaris kota (sekkot) Tarakan yang tidak melibatkan dirinya.

Khaeruddin Arief Hidayat yang menjabat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Tarakan juga mendeklarasikan kediapannya maju dalam Pilwali Tarakan. Sebab, peluangnya untuk maju menjadi orang nomor satu di Tarakan terbuka lebar melalui kekuatan partainya di parlemen yang merebut 4 kursi sekaligus menjadi pemenang pemilu legislatif 2014 lalu. Namun, untuk memuluskan langkahnya dia membutuhkan tambahan satu dukungan suara kursi DPRD Tarakan dengan catatan jika direstui DPP PAN.

“Semuanya bisa berubah, tapi kalau ditanya sekarang apakah saya akan maju sebagai calon wali kota Tarakan,jawabannya adalah ya.Jika pada pemilihan wali kota 2018 saya kembali diusung menjadi orang nomor 2, maka saya akan menggunakan cara politik sendiri, untuk bisa maju menjadi calon Walikota Tarakan dan bertarung di Pilwali,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Untuk suksesi Pilwali Tarakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para pihak dan akan membuat Komitmen untuk memenangkan Pilawali 2018 di Bumi Paguntaka sebutan untuk kota Tarakan.

“Saya sudah cukup selama 5 tahun menjadi nomor dua, saat ini saya akan maju menjadi nomor satu. Sesuai dengan keinginan DPP PAN yang menginginkan peningkatan dan mengutamakan kadernya untuk maju. PAN tetap mengusung satu orang di Pilwali, dan tentunya sesuai dengan prosedur partai. Saat ini PAN berupaya untuk menjalin komunikasi dan menyamakan visi, misi serta komitmen yang sejalan dengan partai lainnya. Kalau bisa merangkul banyak partai akan lebih memudahkan pihak kami, tentunya juga dengan banyak figur yang merapat ke PAN, kami memiliki banyak pilihan dan alternaif untuk mencapai kemenangan dalam Pilwali 2018,” jelasnya.

Sementara itu mantan Sekretaris Kota Tarakan, Khairul, terus melakukan penjajakan ke sejumlah Partai Politik (Parpol) untuk memperoleh dukungan. Ia pun telah mendaftar ke semua Parpol untuk memperoleh dukungan sebagai bakal calon (balon) di Pilwali 2018.

“Saat ini kita belum mengetahui partai mana saja yang akan mendukung. Saat ini kita lakukan pendaftaran saja ke sejumlah Parpol, terkait diterima atau tidak tergantung dari parpolnya. Apalagi hingga saat ini belum ada calon yang memperoleh mandat Parpol untuk maju di Pilwali 2018.

“Yang kita lihat hingga saat ini, dari sejumlah bakal calon yang akan maju belum mengantongi surat dukungan dari parpol di pusat. Terkait beberapa nama yang mengklaim telah mendapat dukungan dari parpol tertentu, saya kira itu masih sebatas wacana saja yang terpenting elektabilitas dan hasil surveinya bagus, selain itu diinginkan masyarakat Tarakan,” pungkasnya.

Terkait statusnya yang masih berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil), Khairul menegaskan ia akan mengikuti aturan yang mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk cuti atau mengundurkan diri jika mengikuti pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kalau harus cuti ya kita cuti, kalau memang aturannya pensiun dari PNS kita juga siap mengundurkan diri, walaupun masa pensiun dari jabatan PNS masih sekitar 7 tahun lagi,” pungkasnya.

Sumber : beritakaltim.co

Check Also

rita-widyasari-pilkadakaltim-11042018

Ini Pesan Rita Widyasari kepada Para Kontestan Pilgub Kaltim

Dalam kesempatan berbincang dengan Tribunkaltim.co baru-baru ini, Bupati Kukar non aktif Rita Widyasari secara khusus …