Home / Pilkada / Papua / YAKIN Optimalkan Pelayanan di SBB
-_170724032628-364

YAKIN Optimalkan Pelayanan di SBB

AMBON – Usai dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Yasin Payapo dan Thomotius Akerina (YAKIN) langsung membenahi pemerintahan dengan mendisiplinkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah yang dipimpinnya itu, agar pelayanan bagi masyarakat setempat dapat berjalan optimal.

“Jadi sejak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati SBB 22 Mei 2017 lalu, besoknya 23 Mei saya ke SBB, dan melakukan pembenahan serta konsolidasi internal,’’ungkap Bupati SBB, Yasin Payapo kepada Kabar Timur, Sabtu (22/7).

Program prioritas, kata dia, pembenahan birokrasi di seluruh jajaran Pemkab SBB dengan menegakan kedisiplinan. “Disiplin yang saya butuhkan ada empat hal, yakni masuk tepat waktunya, istrahat tepat waktunya, dan pulang tepat waktunya. Syukur alhamdulillah pada saat pertama itu ada 200 ASN yang hadir di aula, kemudian hari kedua sekitar 500 ASN, hari ke tiga sekitar 700-an ASN dan hari ke-empat sudah 1000-an ASN hadir,’’paparnya.

Dia menegaskan, tanpa penegakan disiplin semua progres pelayanan kepada masyarakat tidak tercapai. Karenanya, lanjut kader Hanura itu, butuh penegakan disiplinn. “Kita sadari tanpa adanya disiplin, maka semua progres yang kita inginkan tidak bisa berjalan,’’ingatnya.

Oleh sebab itu, ingat dia, semua ASN di Kabupaten SBB perlu diberikan pemahaman tentang disiplin. Apalagi, tugas utama ASN adalah pelayanan kepada mayarakat. “Saya ajak ASN melayani rakyat dengan baik. Tanpa mereka kita tidak punya apa-apa. Tanpa mereka kita tidak ada, dan karena mereka kita ada,’’sebutnya.

Untuk itu, harap dia, amanah yang diberikan rakyat mesti tetap dijaga dan di kawal hingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai. “Itu semua bisa terjadi kalau kita mau mengawalinya dengan berkomitmen. Ini karena masyarakat digunung-gunung menanti kinerja kita, ‘’tegasnya

Karenanya, sebut dia, dirinya sering melakukan Sidak untuk mendisiplinkan pegawai dan mengoptimalkan kinerja. “Ini yang sering membuat saya terus melakukan sidak di SKPD. Karena yang pertama saya ingin memastikan bahwa disiplin ini ada pengembangan, agar dia bisa terus terjaga,’’katanya.

Yang kedua, tambah dia, dirinya ingin melihat apakah ada perkembangan atau tidak dalam pelayanan, karena pelayanan pada akhirnya berujung kepada pelayanan satu pintu atau sebagainya. “Itu biasa, tapi lamanya pelayanan pada satu jenis kerja seperti KTP. Karena KTP pelayanan kita harapkan kedepan memakan waktu hanya satu jam tidak boleh lebih, ‘’ingatnya.

Dia mengaku, selama ini untuk pengurusan KTP, warga bersusah payak ke Kota Piru ibukota SBB. Dia berencana melakukan pengadaan agar warga tidak usah bersusah payah mengurusi KTP. ’’Kita akan mendatangkan mesin. Mesin sekitar 25 sampai 50 unit itu kita tempatkan di desa dan dusun. Kita jemput bola. Kita pastikan para camat, kepala desa dan kepala dusun agar warga harus memiliki KTP,’’terangnya.

Dia mengaku, para operator mesin KTP dilatih agar memperlancar pengurusan KTP. Tak hanya itu, tujuan warga memiliki KTP untuk pengawalan populasi penduduk. “Itu bisa untuk mendeteksi tindakan-tindakan atau keberadaan teroris yang masuk di daerah kita,’’ingatnya lagi..

Soal informasi bakal dilakukan perombakan birokrasi, Payapo mengaku, setiap pemerintahan tentu ada perombakan birokrasi. Pertama ada perombakan verbal dan yang kedua ada perombakan namun tidak verbal. “Mana yang kita ambil nanti baru dilihat. Saya sering sampaikan bahwa saya dan wakil ini pegang amanah dari rakyat. Harapan rakyat itu agar kehidupan mereka harus nyaman,’’tegasnya.

Ditegaskan, jika harapan warga nyaman berarti ada nilai kedamaian, keadilan pemerataan, sehingga ada pemerataan pembangunan. “Nah, disini bisa dinikmati oleh semua anak bangsa yang ada di SBB. Oleh sebab itu, bagi orang yang tidak searah dengan kita dalam mewujudkan tujuan rakyat untuk mencapai kesejahteraan maka layak untuk kita pertimbangkan,’’ujarnya.

Begitu juga para ASN ditingkat bawah, menurut dia, mereka mesti searah dengan pemerintah. Tujuanya, demi peningkatan kualitas kehidupan rakyat. “Tidak ada jalan lain, semua bertujuan menuju keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat SBB. Jadi semua ini berawal dari disiplin dari aparatur yang ada di SBB, kerena mereka adalah pelaku,’’sebutnya.

Masyarakat di SBB, lanjut dia, sedang berdiskusi tentang apa yang mesti mereka berikan bagi mereka ketika memimpin. “Saya lihat masyarakat itu tatapannya hampa, dan tidak ada harapan. Olehnya itu saya sampaikan kepada ASN, saya membutuhkan komitmen dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dibarengi rasa iklas dan jujur, serta harus ada jiwa keadilan. Jangan karena dia saudara saya lalu saya dahulukan, itu salah. Tapi harus merata,’’ingantya.

Dia mengkaui,sebagian wilayah di daerah itu masih terisolir. Dia mencontohkan, tidak ada jalan dan listrik. Bahkan, ada pulau yang tidak ada PLN sampai saat ini. “Ini menjadi tanggung jawab besar saya . Saya akan usahakan tahun 2018 hingga 2019 mendatang, sudah harus diselesai semua masalah itu,’’janjinya.

Sumber : kabartimur.co.id

Check Also

Gubernur-Papua-Lukas-Enembe-Mahkota-Kasuari

Gubernur Papua Sebut Pesaingnya di Pilkada 2018

Kota Jayapura – Gubernur Papua, Lukas Enembe mulai menyebutkan satu persatu pesaingnya di Pilkada Gubernur …