Home / Pilkada / Survei Pilkada Sumut: Djarot-Sihar Unggul Tipis Atas Edy-Ijeck
ss5

Survei Pilkada Sumut: Djarot-Sihar Unggul Tipis Atas Edy-Ijeck

Medan – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, unggul tipis atas Letnan Jenderal (Purn) Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) dalam survei Pilkada yang dirilis Indo Barometer, Jumat (23/3/2018).

Menurut hasil survei, Djarot-Sihar mendapat 26 persen sedangkan Edy-Ijek mengantongi dukungan 25,8 persen responden. Ada 800 orang mengikuti survei yang dilakukan 4-10 Februari lalu itu.

Sebanyak 22,6 persen responden belum memutuskan pilihan dalam Pilkada Sumut 2018, sementara 11,1 persen merahasiakan kandidat yang dipilih.

Dalam surveinya, Indo Barometer juga menyertakan nama Jopinus Ramli Saragih (JR Saragih) dan Ance Selian sebagai cagub dan cawagub. Responden yang memilih pasangan itu sebanyak 8,4 persen.

Pasangan JR Saragih-Ance sebenarnya telah diputuskan tak bisa ikut Pilkada 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut. Namun, gugatan mereka terhadap keputusan KPU masih berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Alasan itu yang dijadikan dasar Indo Barometer mencantumkan pasangan JR Saragih-Ance dalam survei.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memprediksi, Djarot-Sihar akan diuntungkan jika JR Saragih-Ance diputuskan tak ikut Pilkada. Perkiraan itu dimiliki Qodari setelah melihat latar belakang JR Saragih.

“Karena kan JR Saragih dari Simalungun, itu [sukunya] Batak Toba, nanti mungkin larinya bisa ke Sihar,” ujar Qodari di Hotel Atlet Century Park, Jakarta.

Hasil survei Indo Barometer mengungkap, Djarot kuat diasosiasikan responden sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta. Ada 23,2 persen responden yang mengingat politikus PDI Perjuangan itu sebagai mantan Gubernur DKI, dan 13,5 persen mengenangnya sebagai bekas Wagub ibu kota.

Responden kerap mengasosiasikan Edy sebagai sosok dari TNI. Ada 19,7 persen responden menyatakan hal itu, dan 16,9 persen berkata bahwa Edy merupakan sosok yang tegas.

“Responden kenal Djarot itu karena Gubernur DKI Jakarta. Kalau tidak pernah, maka tingkat pengenalannya terhadap dia jauh,” kata Qodari.

Survei itu juga menunjukkan, Djarot unggul atas Edy dalam penilaian kepribadian kandidat di aspek kemampuan memimpin, bersih dari korupsi, pintar, dekat dengan rakyat, dan berpengalaman. Kemenangan Edy atas Djarot hanya terdapat dalam aspek ketegasan dan kewibawaan.

Pada indikator kemampuan calon mengatasi masalah rakyat, Edy dianggap lebih mampu menangani masalah agama dan pesantren dibanding Djarot. Namun, Ketua Umum PSSI itu dianggap tak sehebat Djarot mengatasi masalah kesejahteraan, kebudayaan, reformasi birokrasi, infrastruktur, ekonomi, lingkungan, pedesaan, dan perkotaan.
sumber : tirto.id

Check Also

banyuasin

Resmi, Askolani-Slamet Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin

Pangkalan Balai, H Askolani dan H Slamet resmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin terpilih …