Home / Pilpres / Perang elektabilitas Capres pada lembaga survei
d6

Perang elektabilitas Capres pada lembaga survei

Jakarta, Menjelang pendaftaran calon presiden dan wakil presiden pada Agustus 2018, lembaga survei ramai-ramai merilis elektabilitas kandidat Pilpres 2019.

Berdasarkan riset Alinea.id yang dikumpulkan sebulan terakhir, terdapat lebih dari empat lembaga survei yang merilis hasil penelitian elektabilitas tokoh nasional.

Sesuai prediksi, nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto selalu menempati posisi dua tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Bahkan, elektabilitas keduanya jauh melampaui tokoh lain yang harus puas dengan tingkat keterpilihan di bawah 5%.

Rerata dari empat lembaga survei yang merilis data terakhir, elektabilitas Jokowi bertengger di posisi jawara dengan perolehan 35%-60%. Sedangkan, tingkat keterpilihan Prabowo mencapai 20%-30%.

Cyrus Network

Lembaga survei yang merilis hasil penelitan terbaru adalah Cyrus Network. Hasilnya, elektabilitas Presiden Jokowi berada di atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam survei melalui pertanyaan terbuka.

“Berdasarkan pertanyaan top of mind atau pertanyaan terbuka, elektabilitas Jokowi berada di urutan teratas dengan 58,5%, disusul Prabowo dengan 21,8%, Gatot Nurmantyo 2% dan Hary Tanoesoedibjo 1,1%,” ujar Managing Director Cyrus Network Eko Dafid Afianto dalam pemaparan hasil survei, seperti dilansir Antara, Kamis (19/4).

Dia mengatakan survei dilakukan pada 27 Maret hingga 3 April 2018 dengan melibatkan 1.230 responden yang tersebar di 123 desa/kelurahan di 34 provinsi se-Indonesia dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Margin of error dalam survei ini kurang lebih 3%.

Menurut Eko, sampai saat ini Prabowo masih menjadi kompetitor terkuat Jokowi dibandingkan nama-nama lain. “Prabowo masih menjadi kompetitor terkuat,” ujar Eko.

Di bawah Jokowi, Prabowo, Gatot Nurmantyo dan Hary Tanoesoedibjo, elektabilitas nama-nama kandidat calon presiden yang disebut responden berada di bawah 1%.

Mereka antara lain Tuan Guru Bajang (TGB) 0,7%, Susilo Bambang Yudhoyono (0,4%), Agus Harimurti Yudhoyono (0,4%), Muhaimin Iskandar (0,3%), Mahfud MD (0,3%), Anies Baswedan (0,3%), Susi Pudjiastuti (0,2%), Jusuf Kalla (0,2%), Megawati Soekarnoputri (0,2%), Tri Rismaharini (0,2%), Soekarwo (0,2%), Ridwan Kamil (0,1%), Sri Mulyani (0,1%), Puan Maharani (0,1%), Jenderal (Purn) Moeldoko (0,1%), Jimly Assiddhiqie (0,1%) dan Airlangga Hartarto (0,1%).

Sementara itu, dalam pertanyaan tertutup saat responden disodorkan 22 nama calon presiden, elektabilitas Jokowi berada di angka 56,7%, kemudian Prabowo (19,8%), Gatot Nurmantyo (3,2%), Hary Tanoesoedibjo (2,2%) dan Agus Harimurti Yudhoyono (2,1%).

“Untuk nama lain berada di angka 1% atau di bawahnya,” jelas Eko.

Eko mengatakan jika pemilihan presiden hanya menghadapkan Jokowi dengan Prabowo secara head to head, Jokowi tetap unggul. Elektabilitas Jokowi sebesar 64%, sementara Prabowo sebesar 29,8%. Sisanya 3,3% belum memutuskan, 1,1% tidak memilih dan 1,8% tidak menjawab atau rahasia.
sumber : alinea.id

Check Also

b7

PKS Tetap Dukung Capres dari Gerindra meski Bukan Prabowo Subianto

Jakarta – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Sohibul Iman menyatakan, partainya akan mendukung siapa …