Home / Pilkada / Kalimantan / Khairul-Effendi Djuprianto Unggul 28.208 Suara Hasil Rekapitulasi Suara KPU
tarakan

Khairul-Effendi Djuprianto Unggul 28.208 Suara Hasil Rekapitulasi Suara KPU

TARAKAN – Rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tarakan yang dilakukan Komisi Pemilu Umum (KPU) Kota Tarakan, Rabu (4/7/2018) berjalan aman dan lancar.

Dalam rapat ini pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Khairul-Effendhi Djuprianto meraih suara terbanyak 28.208 suara.

Lalu disusul dengan paslon nomor urut 1 Umi Suhartini-Mahruddin Mado dengan meraih suara sebanyak 25.525 suara, kemudian paslon nomor urut 4 Sofian Raga-Sabar Santuso sebesar 19.057 suara dan yang terakhir diraih paslon nomor urut 4 Badrun-Ince Rivai.

Di rapat ini menunjukkan paslon nomor urut 2 memenangkan perolehan suara di tiga kecamatan Kota Tarakan Provinsi Kaltara, masing-masing kecamatan Tarakan Barat, Tengah dan Timur.

Sedangkan paslon nomor urut 1 menang di Tarakan Utara hanya selisih 94 suara dengan paslon nomor urut 2.

Namun di rapat ini saksi paslon nomor urut 3 Badrun-Ince Rivai tidak hadir.

Sedangkan saksi paslon nomor urut 1 Umi Suhartini-Mahruddin Mado, nomor urut 2 Khairul-Effendhi Djuprianti dan nomor urut 4 Sofian Raga-Sabar Santuso semuanya hadir.

Semua saksi paslon yang hadir di rapat pleno perolehan suara ini menandatangani berita acara pengesahan rapat pleno.

Tapi saksi palson nomor 3 tidak hadir secara otomatis tidak menandatangani berita acara.

Terkait ketidakhadiran saksi nomor urut 3, kata Teguh tidak mempengaruhi hasil perolehan suara.

“Tidak hadirnya saksi paslon nomor urut 3 dan tidak tanda tangan berita acara saya berpikir ini hasil yang terbaik bagi kita semua. Karena berdasarkan kesepakatan semua palson menandatangani jadi suara terbanyak diraih paslon nomor urut 2 Khairul-Effendhi Djuprianto..

Menurut Teguh, dari hasil rapat pleno rekapitulasi suara ini, masih diberikan waktu selama 3 kali 24 jam untuk masing-masing paslpn yang mau melakukan gugatan ke Mahkamah Konsitusi (MK) Pilkada Tarakan.

Apabila tidak ada gugatan di MK, berarti 11 atau 12 Juli mendatang dapat ditetapkan paslon terpilih.

“Jadi saat ini kita masih menetapkan perolehan suara terbanyak. Untuk penetapan paslon terpilih kita tunggu ada gugatan atau tidak. Untuk mengetahui apakah ada gugatan kita lihat jadwal di MK 9 Juli malam atau 10 Juli pagi. Kalau tidak ada gugatan yah artinya kita akan tetapkan paslon terpilih pada 11 Juli atau 12 Juli mendatang,” ungkapnya.

Sumber : Tribunnews.com

Check Also

Kaltim

Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Kaltim 2018 Selesai

SAMARINDA – Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kaltim 2018, akhirnya selesai pukul 14. …