Home / Pilkada / Kalimantan / Paslon Fairid-Umi Bakal Mulus Duduki Kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangkaraya
palangkaraya

Paslon Fairid-Umi Bakal Mulus Duduki Kursi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangkaraya

PALANGKARAYA – Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palangkaraya tahun 2018 telah seleai digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Kamis (5/7/2018) kemarin.

Pleno penghitungan rekapitulasi suara hasil Pilwako Palangkaraya yang diikuti empat paslon telah dibacakan dan ditetapkan oleh KPU setempat, serta memberikan waktu selama tiga hari bagi paslon yang tidak terima hasil rekapitulasi Pilwako tersebut, untuk mengajukan gugatan ke MK.

Namun menurut keterangan, Ketua Panwaslu Kota Palangkaraya, Endrawaty, Senin (9/7/2018), sejauh ini belum ada yang mengajukan gugatan atau laporan terkait hasil rekapitulasi KPU kemarin, diperkirakan Paslon Fairid-Umi akan jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangkaraya periode lima tahun kedepan.

“Terkait perselisihan hasil pemilihan kemarin, ranahnya Mahkamah Konstitusi (MK) tapi sampai saat ini, kami belum ada terima adanya gugatan tersebut, KPU dan kami masih menunggu edaran MK, jika tidak ada KPU akan segera menetapkan calon terpilih,” ujar Endrawati.

Berdasarkan, hasil rekapitulasi KPU Kota Palangkaraya melalui rapat pleno terhadap hasil Pilwako Palangkaraya, pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Fairid Naparin dan Hj Umi Mastikah unggul dengan meraih 50.438 suara.

Disusul kemudian paslon nomor urut 4 Aries Marcorius Narang dan Habib Said Akhmad Fawzi Bachsin yang memperoleh 38.466 suara, disusul paslon nomor urut 2 H. Rusliansyah dan Rogas Usup yang meraih 15.798 suara, dan posisi terakhir paslon nomor urut 1 Tuty Dau dan H.Rahmadi yang mendapatkan 9.766 suara.

Ketua KPU Kota Palangkaraya, Eko Riadi, mengatakan, selisih suara antara Paslon nomor urut 3 dan 4 sekitar 13 Persen lebih, sehingga jika mengacu pada ketentuan, angka tersebut sangat tidak memungkinkan paslon yang kalah melakukan gugatan.

“Jika melihat hasil rekapitulasi hasil Pilwako Palangkaraya, memang sangat tipis untuk paslon yang kalah bisa melakukan gugatan, karena sesuai aturan yang bisa mengajukan apa bila selisih suara maksimal dua persen atau dibawah dua persen, tapi kami menunggu saja jika ada gugatan,” ujarnya.

Sumber : tribunnews.com

Check Also

Kaltim

Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Kaltim 2018 Selesai

SAMARINDA – Rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kaltim 2018, akhirnya selesai pukul 14. …